Tawa Kita Peluru untuk Mereka
Ponsel putih Mia bedering lagi. “ya, ya di artha gading 21 jam 3 sore jangan telat yahh,..” pelajar sebuah smu swasta islam ternama di jakarta timur ini ingin menonton “wedding daze” film terbaru hollywod yang berkisah tentang percintaan remaja. jauh hari Mia sudah mencatat hari H diagendanya: sabtu, 6 oktober 2007. kebetulan sudah libur sekolah. sore hari beberapa menit sebelum waktunya, Mia sudah berkumpul dengan ketiga temannya. walau bersekolah di yayasan islam, namun mereka tidak akrab dengan jilbab. maklum, walau sekolah islam namun sekolahnya itu menganggap jilbab tidak wajib. padahal asal sekolah itu berpusat di mesir, jilbab merupakan hal yang wajib. singkat cerita mereka berempat sudah masuk ke dalam bioskop, lengkap dengan popcorn dan softdrink. lho bukankah bulan puasa? mereka berempat menghaku tidak puasa. internal affair. shalat maghribpun kayaknya tidak, karena film berjalan dari ajam 15.35 ampai dengan 19.15 . di dalam bioskop mereka berempat tertawa terbahak-bahak menyaksikan akting bintang remaja jason biggs dan audra blasser. kadang terhanyut sedih, kadang tersenyum, dan gregetan. “Alhamdulillah” pekik mia ketika kattie (audra blasser) akhirnya menerima cintanya anderson (jason biggs).
mia dan ganknya memang selalu nonton film terbaru. nama ganknya saja “The Movie girlz’” mengikuti jaringan studio hollywod 21. bahkan tidak jarang mereka nonton di studi MPX Grande di pasaraya, jakarta yang harga satu tiketnya cukup buat makan orang miskin sekeluarga. namun mia and the gank sama sekali tidak peduli. mereka memang bersekolah di yayasan islam, sering baca qur’an, ada pelajaran fiqih, aqidah dan sebagainya. tapi soal kepedulian sosial? jangan tanya, perbah seorang temannya menegor, mia cs malah marah dan berkata ” duit, duit gue, lho kalao gak bisa kayak kita jangan sirik dong!” itulah mia dengan thr movie girlznya.
saudarku anak remaja kita yang seperti mia jumlahnya tidak sedikit,tiap ada film baru, mereka selalu menontonnya di bioskop. bahkan mau-mauny mereka menonton satu film berkali-kali di bioskop. para ‘movie mania’itu sama sekali tidak sadar bahwa mereka telah menjadi budak-budak jaringan hollywoodyang begitu setia mengalirkan uangnya untuk melanggengkan kekejaman zionis-israel terhadap muslim palestina. mereka tidak sadar telah menyumbangkan uangnya untuk dijadikan peluru dan senjata bagi tentara zionis yang akan dipakai untuk membunuh saudara saudara seiman di tanah palestina. jika demikian, bukankah tidak sadar mereka telah juga ikut menjadi pembunuh? naudzubillahi min dzalik. tahukah anda?, keyika anda tertawa terpingkal-pingkal di dalam bioskop yang berhawa sejuk, ketika anda menangis kecut atau menangis bahagia melihat aktor dan aktris hollywood berbagi peran di dunia khayal, ketika anda sedang asyik mengunyah popcorn atau sedang menyeruput softdrink amerika, diluaran sana saudara saudara kita tengah menangis karena lapar, saudara saudara kita tengah berjuang untuk sekedar mendapatkan sekepal nasi, saudara saudara kita tengah berada dalam hidup dan mati melawan kebiadaban zionis-israel. menikmati hidup itu bukan dosa. tapi menikmati hidup dengan menyumbangkan uang kita untuk di pakai menindas saudara saudara seiman tentu tidak bisa di benarkan dengan alasan apapun. berhentilah jadi donatur zionis! detik ini juga, salurkanlah uangmu untuk kemaslahatan saudar-saudaramu, untuk menolong agama Allah.
jikapun mau menionton film, cukuplah dirumah. filmnya bisa pinjam di rental atau beli saja ditempat-tempat yang kita tahu tidak bakalan membayar uang waralaba (franchise) kepada hollywood setiap tahunnya. selain harganya jauh lebih murah, mutunya pun sudah banyak yang bagus-bagus.
dan untuk para sineas muslim, bekerjalah dengan lebih giat dan bersubgguh-sungguh. jadilah spesialis, bukan globalis. pekerja seni ya jadilah pekerja seni yang profesional. jangan sampai tersedot jadi birokrat berjas dan berdasi. buatlah film islam yang bermutu, dan bangun jaringan distributor dan pemasarannya. adalah sangat mudah untuk membuat, akan jauh lebih sulit untuk menjualnya.mudah mudahan sineas sineas muslim kita akan bangkit dan berdakwah lewat film film yang bermutu. amien. (eramuslim digest edisi 3 hal 120-121)
