Juli 16, 2008 pada 5:00 am (Raddusy Subhuhat)
Al Inhirafat Al Fikriyah wadh dhalalat al Jaliyah min Abdirrahman bin Sarijan
oleh : Akhuna Wisdom
(Lanjutan bag-3)
TANGGAPAN ILMIAH THD BUKU “AL-QARADHAWI FIL MIZAN”
DR AL-QARADHAWI MEMBOLEHKAN MEMBUKA WAJAH & 2 TAPAK TANGAN
“Sikap DR al-Qaradhawi thd wanita SAMA DENGAN para tokoh emansipasi wanita dari dulu sampai sekarang, tapi sikap ini DIKEMAS dg sampul Islami & DIHIASI dg kalimat2 fiqhiyyah & dalil2 syariat.” (Pemikiran DR Yusuf al-Qaradhawi dalam Timbangan, hal. 341)
“..pendapat DR al-Qaradhawi ini (yg membolehkan wanita membuka wajah & 2 tapak tangan) SANGAT LEMAH & BERTENTANGAN DENGAN DALIL2 SHAHIH yg MEWAJIBKAN wanita menutup muka & 2 tapak tangannya..” (ibid)
“Adapun ORANG2 YG BERPEGANG pd pendapat DR al-Qaradhawi & lainnya, maka TIDAK DIRAGUKAN LAGI bahwa ia termasuk org yg MENGIKUTI HAWA NAFSUNYA. Sebab dalil2 mengenai hal tersebut SUDAH SANGAT JELAS bagi setiap org yg mencari kebenaran.” (ibid, hal. 342)
JAWABAN :
Cobalah kita simak kata2nya di atas, dlm tulisannya tersebut orang ini (Sulaiman al-Khurasyi) menekankan beberapa point sbb ;
1. DR al-Qaradhawi sama dengan pejuang2 emansipasi wanita (gender), bedanya hanya sekedar dihiasi kalimat fiqih & dalil2 syariat saja.
2. Pendapat yg membolehkan wanita membuka wajah & 2 tapak tangan sangat lemah & bertentangan dg dalil2 shahih (tanpa merinci mana dalil2 shahih yg dimaksud, hanya menyebutkan agar membaca kitab ‘Audatul Hijab karangan Muhammad bin Isma’il).
3. Orang-orang yang sependapat dg al-Qaradhawi dalam masalah ini dipastikan mengikuti hawa nafsu.
4. Dalil2 yang mewajibkan wanita menutup muka & 2 tapak tangannya sudah sangat jelas.
(mengenai masalah ini bisa dilihat kembali tulisan sebelumnya)
Untuk Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Juli 14, 2008 pada 7:53 am (Raddusy Subhuhat)
Al Inhirafat Al Fikriyah wadh dhalalat al Jaliyah min Abdirrahman bin Sarijan
Oleh : Akhuna Wisdom
(lanjutan bag ke-2)
Abdurrahman berkicau lagi:
D. YUSUF QARDLOWI DAN ISRAEL (YAHUDI)
Berkata Yusuf Al-Qordlowi:
“Kami tidaklah memerangi Israel di karenakan Islam, akan tetapi kami memerangi Israel di karenakan perebutan masalah tanah”6). نحن لا نقاتل إسرائيل من أحل الإسلام, ولكن نقاتلها من أجل الإحت”
Ya Qordlowi, dimanakah pemahaman Anda terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah yang menerangkan kepada kita bahwa kaum muslimin memerangi ”para penentang-Nya” dikarenakan masalah agama (Baca: agar mereka memeluk Islam, pent).
Allah Azza wa Jalla berfirman:“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Ali Imron: 85).
Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Juli 11, 2008 pada 4:14 am (Raddusy Subhuhat)
Lanjutan (bag-1)
Al Inhirafat Al Fikriyah wadh dhalalat al Jaliyah min Abdirrahman bin Sarijan
Oleh: Akhuna Wisdom
Kutip dari Abdurrahman bin Sarijan:
B. KAIDAH “EMAS” IKHWANUL MUSLIMIN DAN YUSUF QORDLOWI
Berkata Yusuf Qordlowi pada acara yang sama sbb:
وموقف الإخوان واضح من زمن طويل أنهم يحاولون تجميع الأمة الإسلامية كلها، وكانت قاعدتهم هي القاعدة الذهبية التي أقامها الشيخ رشيد رضا رحمه الله وتبناها الشيخ حسن البنا نتعاون فيما اتفقنا عليه ويعذر بعضنا بعضا في ما اختلفنا فيه …”
“Dan sikap ikhwan (Al-Muslimin, pent) sangatlah jelas dari dahulu kala bahwasannya mereka berusaha untuk menyatukan seluruh umat islam. Dan sesungguhnya kaidah mereka ini adalah “kaidah emas” yang mana kaidah ini pertama kali diusung oleh Syaikh Rasyid Ridlo rahimahullah kemudian diikuti oleh Syaikh Hasan Al-Banna (kaidah itu adalah, pent):Kita saling bekerjasama dengan apa-apa yang telah kita sepakati dan kita saling memaafkan dengan apa-apa yang kita saling berbeda pendapat padanya’.
Maka janganlah Anda heran apabila dalam tubuh Ikhwanul Muslimin akan terdapat banyak golongan, ada Nashoro, Kuburiyin, Syi’ah, Asy’ariyyah, Jama’ah Tabligh dll hal ini dikarenakan “kaidah emas” mereka di atas. Dan sebab kaidah inilah Yusuf Qordlowi mengucapkan kalimat seperti di atas.
Bagaimanakah penjelasan tentang kaidah ini? Benarkah akhirnya harus toleran dengan jamaah yang menyimpang? Lihat yang digaris bawah, itu adalah tafsiran Abdurrahman bin Sarijan sendiri … bukan perkataan Syaikh Al Qaradhawy … benarkah ingin menyatukan Nasrani, Kuburiyin, Syiah, dll …
Dengan Nashara:
Bagi yang punya Fatwa2 Kontemporer jilid 3 bisa melihat fatwa beliau tentang kafirnya orang nashrani, bahkan Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Juli 10, 2008 pada 9:15 am (Raddusy Subhuhat)
Al Inhirafat Al Fikriyah wadh dhalalat al Jaliyah min Abdirrahman bin Sarijan
Oleh: Akhuna Wisdom
Kutip dari Abdurrahman bin Sarijan:
Lembaran-lembaran kertas yang ada di hadapan pembaca ini memuat ringkasan dari beberapa ide pemikiran tokoh ini (Qardlowi) yang dengan berbagai cara berusaha melariskan ide-ide pemikiran tersebut. Sengaja penulis tampilkan gagasan-gagasan Qardhawi ini sebagai upaya memberi nasehat kepada umat Islam, dan sebagai pernyataan berlepas diri, serta memberi peringatan kepada umat Islam agar selalu waspada terhadap tokoh ini (Qordlowi) dan tokoh-tokoh lain yang seide dengannya.
Tulisan saya pun juga akan meringkas kecerobohan laki-laki ini (Abdurrahman bin Sarijan) sebagai upaya nasihat kepada Umat Islam, dan sebagai pernyataan berlepas diri, serta memberi peringatakn kepada umat Islam agar selalu waspada terhadap laki-laki ini dan yang semisalnya.
Kutip dari Abdurrahman bi Sarijan:
Bagi orang yang ingin mengetahui secara rinci uraian tentang gagasan-gagasan pemikiran Qardhawi berikut sanggahan-sanggahannya, semuanya telah tercantum di dalam kitab “Al-I’laam binaqdi Al-Kitab Al-Halal wa Al-Haram” (“Kritik terhadap kitab ‘Halal dan Haram’ “Qardlowi) karya Syaikh Doktor Shalih bin Fauzan Al-Fauzan1), juga “Ar-Raddu ‘Ala Al-Qardhawi” karya Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’iy rahimahullah2) serta kitab-kitab lainnya .
Bagi orang yang ingin mengetahui secara rinci kecerobohan orang ini sebaiknya langsung membeli kitab Al halal wal haram dan kritikannya –Alhamdulillah saya memilikinya. Anda akan lihat bahwa Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Juli 9, 2008 pada 9:22 am (Raddusy Subhuhat)
Assalamu’alaikum warohmatullohi Wa Barokatuh,
Saudaraku, di bawah ini saya tampilkan pernyataan Akhi Anwar Shiddiq, dia pernah menyusun buku judulnya ” Hakikat Ikhwanul Muslimin (IM) “, tetapi setelah berjalan waktu dia menyesal & ingin menarik buku itu. Akhi Anwar nitip supaya bisa memakai forum MyQuran buat menampilkan surat terbuka. Beliau tak melayani debat di forum, tapi mau terima e-mail ke ilaiya@myquran.org.Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya Berikut ini pernyataan Al Akh Anwar Shiddiq:
Segala puji dan syukur kepada Allah Swt. atas limpahan nikmat dan karunia-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Saw., keluarganya, dan para shahabatnya. Amma ba’du.
Allah berfirman dalam Al Qur’an: “Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran 135).
Ikhwan fillah rahimakumullah, semoga Allah Swt. senantiasa merahmatimu, Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Juli 8, 2008 pada 11:27 am (Raddusy Subhuhat)
Khithab Adz-Dzahabi (Surat Emas) Syaikh Bakr Bin AbduLLAAH Abu Zaid –rahimahuLLAAH- untuk DR Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali Atas Tuduhan-Tuduhan DR Rabi’ terhadap Sayyid Quthb –rahimahuLLAAH-
Yang Terhormat Saudaraku
Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkholi
Assalamu’alaikum Wr Wb
Merujuk kepada permintaan saudaraku –Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkholi- agar aku sudi membaca buku yang engkau kirim: “Sorotan Islam Terhadap Aqidah dan Fikrah Sayyid Quthb”.. untuk dilihat apakah aku punya catatan terhadap buku tersebut, dan apabila ada catatan apakah sampai menggagalkan proyek penerbitannya sehingga harus disingkirkan dan tidak perlu dilihat-lihat lagi, Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Juli 8, 2008 pada 10:54 am (Raddusy Subhuhat)
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya, “Sebagian pemuda membid’ahkan Syaikh Sayyid Quthub dan melarang untuk membaca kitab-kitabnya. Mereka juga mengucapkan perkataan yang sama terhadap Hasan Al-Banna dan menuduh sebagian ulama sebagai Khawarij. Alasan ucapan mereka ini adalah untuk menjelaskan kesalahan kepada umat manusia. Padahal hingga sekarang, mereka ini baru menuntut ilmu. Saya mengharap jawaban dari Anda agar lenyap keraguan pada kami dan orang-orang selain kami agar perkara ini tidak menjadi kebiasaan umum!”
Beliau menjawab: “Segala puji hanyalah milik Allah semata. Wa ba’du. Baca entri selengkapnya »
Tinggalkan sebuah Komentar